Menu

Showing posts with label KEBAHASAAN. Show all posts
Showing posts with label KEBAHASAAN. Show all posts

27 February 2016

Mengubah Rubah Menjadi Ubah

Rubah
Anda mungkin tahu apa itu rubah? Ya, rubah adalah seekor hewan pemangsa sejenis anjing yang memiliki tampilan yang menurut saya menarik. mungkin ingatan Anda pada sosok karakter anime 'Naruto', nah itulah rubah. Biasanya hewan yang satu ini memangsa unggas seperti ayam kalau diperkampungan. Kalau di daerah saya (Banjaran-Majalengka) hewan seperti ini dinamakan dengan lasun, iya lasun.

Sekarang saya bukan akan membahan hewan ini, namun membahas nama atau kata yang digunakan untuk nama hewan ini "rubah". 

Kapan Anda menggunakan kata rubah dan untuk apa?...
Selain untuk menyebut nama hewan di atas, rubah juga mungkin Anda gunakan untuk menunjukan suatu proses perubahan dari bentuk satu ke bentuk lain. Seperti pada kalimat berikut. 
           "rubah-lah sikapmu agar semua orang bisa menyulaimu!"
suka menggunakannya ? nah, itu adalah sebuah kesalahan berbahasa dalam penggunaan kata.
Kata "rubah" yang digunakan di atas harusnya diganti dengan kata yang tepat, yaitu "ubah". Ya, sebenarnya ubah, karena kara rubah hanya untuk nama hewan saja. Ingat; ubah, ubah, ubah, jangan rubah.

Nah, sekarang sekadar menyampaikan dan meluruskan. Kasus ini sering sekali ditemukan. bahkan setiap heri dan dimana-mana.
Kalau Anda berpandangan penggunaan kata rubah tersebut benar karena seperti pada kata merubah, berubah, dirubah, maka inilah penjalasan lebih lanjutnya.
  • merubah (salah) harusnya mengubah = imbuhan meN- + ubah
  • berubah (benar) = imbuhan ber- +  ubah , jadi kata dasarnya bukan rubah. hurup /r/ berasal daru imbuhan ber-
  • dirubah (salah) harusnya diubah = imbuhan di- + ubah
Bagaimana jelas?
Maka, untuk menunjuk sebuh kata yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan 'menjadi lain (berbeda) dari semula' adalah ubah, bukan rubah.
Jadi, mari mengubah rubah menjadi ubah. 
Jangan keliru dalam penggunaan kata, mari kita terus belajar bersama !

Terima kasih, semoga bermanfaat.

14 November 2015

TEKS IKLAN (Pengenalan Struktur dan Kaidah Kebahasaan)

Iklan Sosial

Kali ini saya akan menerangkan kembali tentang pengetahuan saya ihwal teks iklan.
     Teks iklan salah satu teks yang dipelajari di kelas XII SMK dalam Bahasa Indonesia Kurikulum 2013. Iklan adalah wadah atau media promosi untuk mengajak halayak sehingga tertarik untuk ikut menggunakan apa yang ditawarkan seperti jasa, produk, dan atau layanan masyarakat. Iklan sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari seperti di media televisi, radio, media cetak, dan termasuk internet.
     Dalam setiap teks, seperti halnya teks sejarah dan teks berita, teks iklan pun memiliki strukturnya, yaitu terdapat tiga struktur Orientasi, Isi iklan, dan Justifikasi. 
Orientasi, teks awal yang mengantarkan pengiklan pada bagian inti, sebagai pemula iklan.
Isi iklan, kalimat-kalimat utama yang bersifat menawarkan atau promosi produk
Justifikasi, bagian yang menjadi petunjuk dimana dan atau kemana masyarakat untuk mendapatkan produk atau jasa yang ditawarkan.
     Dalam teks iklan, kaidah kebahasaan yang paling menonjol adalah kalimat atau kata fakta dan opini. Fakta adalah kalimat atau pernyataan yang terbukti dan tidak bisa disangkal lagi kebenarannya. sedangkan opini adalah pernyataan yang masih diragukan kebenarannya dan biasanya hanya pandangan sebagian orang saja yang belum tentu disetujui orang lain.
    Teks iklan juga berisi kalimat-kalimat yang dilebih-lebihkan (hiperbola) untuk membuat kesan menarik untuk untuk membuat halayak tertarik untuk menggunakan, nbamun hal itu dikatakan wajar (bukan tipuan).
Contoh iklan bisa Anda lihat dalam berbagai media. salah satunya adalah iklan kolom dalam sebuah media cetak seperti koran yang bisa Anda lihat di atas. Pada contoh iklan di atas, dapat dijelaskan bahwa: Iklan tersebut merupakan iklan kemasyarakatan yang berupa ajakan pada masyarakat untuk turut serta memberantas atau membersihkan korupsi di negara Indonesia. iklan ini diciptakan oleh KPK sebagai ajakan dan permintraan dukungan dari masyarakat Indonesi dalam memberantas korupsi.
    Demikian yang dapat saya sampaikan terkait teks iklan yang menjelaskan paling tidak struktur dan kaidah kebahasaannya. Semoga bermanfaat.